Tuesday, December 11, 2007

sepotong senja untuk pacarku -ii

sepotong senja untuk pacarku. saya pernah pos petikan cerpen ini hari itu. kisah seorang lelaki bernama sukab yang momotong senja untuk dikirimkan pada pacarnya bernama alina. waktu itu, betapa saya membayangkan alina itu seorang wanita yang bahagia kerana dicintai sukab sepenuh hati. dan betapa juga saya cemburukan alina kerana punya lelaki yang begitu gigih membuatkannya bahagia. sudah banyak kali saya tenggelam dalam surat sukab yang menceritakan perihal waktu kecurian senja itu. aduhai alina.. kamu pasti senyum manis saat terima senja itu.

lama baru saya ketahui, sebenarnya surat sukab yang panjang lebar itu dibalas juga dengan panjang lebar oleh alina. betapa terujanya saya mencari balasan surat alina itu hinggalan saya temuinya dia satu blog.

sukab yang malang..

… dari dulu aku juga tidak mencintai kamu Sukab. Dasar bego dikasih isyarat tidak mau mendengarkan. Sekali lagi, aku tidak mencintai kamu. Kalau toh aku kelihatan baik selama ini padamu, terus terang harus ku katakan sekarang, sebetulnya aku cuma kasihan. Terus terang aku kasihan sama kamu Sukab, mencintai begitu rupa tapi tidak tahu yang kamu cintai sebetulnya tidak mencintai kamu. Makanya jangan terlalu banyak berkhayal Sukab, pakai otak dong sedikit, hanya dengan begitu kamu akan selamat dari perasaan cintamu yang tolol itu. Tapi bukan cinta taik kucing ini yang sebetulnya ingin ku ceritakan padamu Sukab. Soal cinta ini sama sekali tidak penting.

… kupandang senja yang abadi sebelum melipat surat ini.
Betapa semua ini terjadi karena cinta, dan hanya karena cinta. Betapa besar
bencana telah ditimbulkannya ketika kata-kata tak cukup menampungnya. Kutatap senja itu, masih selalu begitu, seperti menjanjikan suatu perpisahan yang
sendu...-
Selamat berpisah semuanya. Selamat tinggal.


surat alina ini.. seperti membawa saya kembali berpijak ke tanah dan merasa lembut sejuknya rumput segar yang menghijau yang mencengkam tanah hitam. seakan menepuk lembut bahu saya dan membisikkan di telinga yang dunia ini ada malam dan siangnya, ada panas dan sejuknya, ada atas dan bawahnya.

aduhai sukab.. pasti perit bukan bila cinta yang disua lansung tak disambut

aduhai alina.. juga perit bukan bila disua cinta yang tak diimpikan lansung

6 comments:

Pegawai Khalwat said...

Ya... peritnya memang meninggalkan parut.

amrin said...

maaf yer kalau surat alina ini buat kamu sedih.. saya cuma nak kongsi..

nik said...

bertepuk sebelah tangan..
urgh!!

alan zed said...

oh cinta... x leh nak kata apa... sebab masih mencari makna...

bintang hati said...

emm..cinta tak boleh dipaksa-paksa..cinta yang datang adakalanya cuma sebagai bingkisan...

SAYA terkedu membaca balasan surat dari alina..tidak kah dia bertindak terlalu kejam terhadap Sukab...? Sukab juga berhak dilayan dan dijaga hatinya..walaupun sedikit...

Senja yang indah selalunya hanya seketika..dan hanya yang bertuah akan dapat menikmatinya...emm...

p/s : SAYA harap cerita ini masih ada sambungannya...

A small girl in a big city. said...

Rena rena rena! Happt Bday dear! May all ur dreams come true. Nnt kita deting2 ok.